COLOMBO, Sri Lanka, Dec. 9 -- Sri Lanka Broadcasting Corp. issued the following news:

Krisis sosial ekonomi yang melanda Sri Lanka telah memicu gelombang emigrasi besar-besaran, dan sektor pendidikan terpukul secara signifikan oleh fenomena ini. Dampak migrasi guru dan dosen terampil menciptakan lubang besar dalam sistem pendidikan nasional, mengancam kualitas belajar mengajar di semua tingkatan, dari sekolah dasar hingga universitas. Hilangnya tenaga pengajar terampil ini bukan hanya masalah kuantitas, tetapi juga kualitas keahlian yang sulit digantikan dalam waktu singkat.

Dampak migrasi guru dan dosen terampil terasa paling parah di bidang-bidang spesialisasi kritis seperti Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM), serta bahasa asing. Para dosen terampil ini, yang memiliki keahlian yang sangat dibutuhkan secara global, sering kali menjadi yang pertama mencari peluang kerja di luar negeri untuk mendapatkan gaji yang lebih stabil dan mata uang yang kuat. Kepergian mereka meninggalkan kekosongan profesional yang sulit diisi oleh pengganti yang kurang berpengalaman.

Sektor pendidikan terpukul juga karena demoralisasi yang meluas di kalangan staf yang tersisa. Beban kerja meningkat karena kekurangan staf, sementara nilai riil gaji mereka terus tergerus oleh inflasi yang tinggi, meski di tengah pemulihan ekonomi lambat. Lingkungan kerja yang penuh tekanan dan kurangnya penghargaan ini mempercepat niat migrasi bagi mereka yang masih ragu, menciptakan siklus negatif yang sulit dihentikan.

Ancaman Terhadap Kualitas Pendidikan Jangka Panjang Dampak migrasi guru dan dosen terampil secara langsung mengancam kualitas pendidikan jangka panjang di Sri Lanka. Sekolah dan universitas terpaksa merekrut pengajar dengan kualifikasi yang lebih rendah atau menugaskan guru untuk mengajar mata pelajaran di luar bidang keahlian mereka. Hal ini mengurangi kedalaman materi yang disampaikan dan dapat menurunkan standar akademik secara keseluruhan, menghambat potensi generasi muda untuk bersaing di pasar global.

Selain aspek pengajaran, sektor pendidikan terpukul juga dalam hal penelitian dan inovasi. Banyak dosen terampil yang pindah adalah peneliti aktif. Kepergian mereka melumpuhkan program penelitian universitas, mengurangi kapasitas negara untuk menghasilkan inovasi ilmiah dan teknologi yang sangat dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi. Ini adalah kerugian yang tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga intelektual.

Untuk mengatasi dampak migrasi guru dan dosen terampil, pemerintah dan lembaga pendidikan perlu mengembangkan strategi retensi yang agresif. Ini harus mencakup penyesuaian gaji yang adil, memberikan insentif non-moneter seperti peluang pelatihan dan pengembangan profesional, serta meningkatkan reputasi dan status sosial guru dan dosen dalam masyarakat. Hanya dengan membuat karier pendidik menarik kembali secara ekonomi dan sosial, Sri Lanka dapat mulai menyembuhkan sektor pendidikan terpukul ini.

Peran Kualitas Pendidikan dalam Pemulihan Ekonomi Meskipun sektor pendidikan terpukul, peranannya dalam pemulihan ekonomi Sri Lanka tetap sangat vital. Negara membutuhkan tenaga kerja terdidik dan terampil untuk memperkuat sektor ekspor, pariwisata, dan teknologi. Dampak migrasi guru dan dosen terampil ini berarti bahwa tanpa investasi cepat dan reformasi dalam pendidikan, kapasitas Sri Lanka untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan akan terhambat secara fundamental.

Oleh karena itu, penanganan krisis migrasi di sektor pendidikan harus menjadi prioritas nasional. Menjadi Akademisi dan Pendidik yang Berdampak harus kembali menjadi pilihan karier yang dihormati dan didukung secara finansial agar Sri Lanka dapat membangun fondasi sumber daya manusia yang kuat untuk masa depannya.

Disclaimer: Curated by HT Syndication.